
JURNALIS KALBAR – PT PLN (Persero) sukses menjaga keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Sejak pembukaan hingga penutupan pada Sabtu (08/08/2026), seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal.
Penutupan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sumber Daya Manusia, Sefpre Kurniadi. Turut hadir Bupati Kayong Utara Romi Wijaya selaku tuan rumah penyelenggaraan, jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, peserta, serta masyarakat yang menyaksikan rangkaian akhir perhelatan MTQ tingkat provinsi tersebut.
Untuk memastikan keandalan pasokan selama kegiatan, PLN melakukan pengamanan kelistrikan secara menyeluruh sejak sebelum pembukaan. Upaya tersebut meliputi inspeksi dan pemeliharaan jaringan, pemeriksaan gardu distribusi dan peralatan proteksi, pengamanan titik-titik prioritas, serta pemantauan beban dan jaringan selama kegiatan berlangsung.
PLN juga menyiagakan personel selama 24 jam yang didukung kendaraan operasional, material cadangan, dan peralatan pendukung guna memastikan respons cepat apabila terdapat potensi gangguan kelistrikan.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengapresiasi dukungan PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama penyelenggaraan MTQ. Menurutnya, kesiapan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
“Listrik menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan MTQ ini. PLN telah memastikan seluruh kebutuhan kelistrikan selama kegiatan dapat terpenuhi dengan baik dan andal. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN ULP Sukadana dan PLN UP3 Ketapang atas dukungan serta kesiapsiagaannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sejak pembukaan hingga seluruh rangkaian MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara berakhir,” ungkap Romi.
Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, mengatakan keberhasilan menjaga keandalan pasokan listrik hingga penutupan merupakan hasil dari persiapan teknis yang matang serta kesiapsiagaan personel sejak sebelum kegiatan dimulai.
“Alhamdulillah, pengamanan kelistrikan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dapat kami tuntaskan dengan baik. Sejak sebelum pembukaan, tim telah melakukan inspeksi jaringan, pemeliharaan peralatan, pemetaan lokasi prioritas, serta menyiagakan personel dan peralatan pendukung selama 24 jam. Pemantauan terus dilakukan hingga malam penutupan untuk memastikan kebutuhan listrik di seluruh lokasi kegiatan tetap terlayani secara andal,” ujar Yusrizal.
Ia menambahkan, koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan lainnya turut berperan dalam mendukung kelancaran pengamanan kelistrikan.
“Koordinasi yang baik memungkinkan setiap kebutuhan kelistrikan maupun potensi kendala di lapangan dapat diantisipasi sejak dini. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak sehingga pengamanan kelistrikan dapat berjalan dengan lancar sejak pembukaan hingga berakhirnya kegiatan,” tambah Yusrizal.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keandalan kelistrikan MTQ XXXIV merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan berkualitas sekaligus mendukung berbagai agenda strategis pemerintah dan masyarakat.
“Keandalan listrik menjadi salah satu fondasi penting bagi terselenggaranya berbagai aktivitas masyarakat dan agenda strategis daerah. Karena itu, PLN terus memperkuat kesiapan sistem, infrastruktur, personel, serta pola pengamanan untuk memastikan layanan kelistrikan tetap andal pada setiap momentum penting. Keberhasilan mengawal kelistrikan MTQ XXXIV sejak pembukaan hingga penutupan menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut,” ujar Maria.
Menurut Maria, keandalan pasokan listrik memiliki peran yang semakin strategis seiring berkembangnya aktivitas sosial, pelayanan publik, dan perekonomian daerah. Karena itu, PLN terus mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan kelistrikan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Bagi PLN, keandalan tidak semata-mata memastikan listrik tetap menyala, tetapi juga memastikan energi yang kami hadirkan mampu mendukung aktivitas sosial, pelayanan publik, kegiatan keagamaan, hingga pertumbuhan ekonomi daerah. Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus kami perkuat untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Maria.
Keberhasilan pengamanan kelistrikan selama MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi bagian dari komitmen PLN. PLN akan terus memperkuat kesiapan sistem dan personel serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Kalimantan Barat. (*)










