
JURNALIS KALBAR – PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat memastikan keandalan pasokan listrik pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (01/08/2026). Dukungan kelistrikan yang andal tanpa gangguan menjadikan seluruh rangkaian pembukaan berlangsung khidmat, aman, dan lancar, sekaligus menegaskan komitmen PLN dalam mendukung suksesnya agenda keagamaan tingkat provinsi tersebut.
Keberhasilan menjaga keandalan pasokan listrik merupakan hasil dari berbagai upaya preventif yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sukadana sejak jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Berbagai langkah yang dilakukan meliputi inspeksi menyeluruh pada jaringan distribusi, pemeliharaan gardu distribusi dan penyulang, penataan vegetasi di sekitar jaringan listrik, pengujian sistem proteksi, hingga pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur kelistrikan yang menyuplai arena utama beserta lokasi-lokasi pendukung penyelenggaraan MTQ.
Untuk memperkuat keandalan selama kegiatan berlangsung, PLN juga menerapkan sistem siaga penuh selama 24 jam dengan dukungan personel, kendaraan operasional, material cadangan, dan peralatan pendukung. Kesiapan tersebut dilengkapi dengan pola pengamanan berlapis dan mekanisme respons cepat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi tanpa mengganggu jalannya kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara sekaligus Ketua Umum MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, H. Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP., mengapresiasi dukungan PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan MTQ. Menurutnya, keberhasilan PLN memastikan pasokan listrik tetap andal, khususnya pada acara pembukaan, menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan MTQ.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kerja keras dan dukungannya dalam menjaga keandalan pasokan listrik sehingga seluruh rangkaian pembukaan MTQ dapat berlangsung dengan lancar tanpa kendala kelistrikan. Keandalan listrik tersebut menjadi faktor penting mengingat pembukaan MTQ dihadiri oleh para pejabat serta kafilah dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat,” ungkap H. Erwin.
Manager PLN ULP Sukadana, Gofindha, mengatakan bahwa seluruh personel di lapangan berfokus menjaga kontinuitas pasokan listrik melalui pemantauan sistem secara berkesinambungan di setiap lokasi prioritas.
“Seluruh petugas kami disiagakan secara penuh untuk melakukan monitoring kondisi sistem kelistrikan selama pelaksanaan MTQ. Selain memastikan seluruh peralatan beroperasi dalam kondisi optimal, kami juga menempatkan personel di titik-titik strategis sehingga apabila muncul potensi gangguan, penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan terukur. Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat maupun peserta dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman tanpa terkendala pasokan listrik,” ujar Gofindha.
Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, menjelaskan bahwa keberhasilan pengamanan kelistrikan merupakan hasil dari perencanaan yang matang serta koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Persiapan kami tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memastikan setiap tahapan pengamanan berjalan secara terintegrasi. Seluruh lokasi prioritas telah dipetakan, mulai dari arena utama, sekretariat, pemondokan kafilah, hingga fasilitas pendukung lainnya. Sinergi yang baik antara unit operasional PLN dan panitia penyelenggara menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan kelistrikan selama MTQ dapat terpenuhi secara optimal,” kata Yusrizal.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik pada penyelenggaraan MTQ mencerminkan komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang berkualitas guna mendukung pembangunan daerah dan aktivitas masyarakat.
“PLN terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan agar mampu mendukung berbagai agenda strategis, termasuk kegiatan keagamaan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat. Keberhasilan menjaga pasokan listrik pada pembukaan MTQ menjadi bukti bahwa transformasi yang dilakukan PLN tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga pada penguatan budaya pelayanan yang mengutamakan kecepatan, keandalan, dan keselamatan. Kami akan terus hadir memberikan layanan terbaik sehingga masyarakat dapat menjalankan setiap aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Maria.
PLN akan terus mengawal keandalan pasokan listrik hingga seluruh rangkaian MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat berakhir pada 9 Agustus 2026. Melalui kesiapan personel, penguatan infrastruktur, penerapan sistem pengamanan berlapis, serta koordinasi yang erat dengan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan panitia penyelenggara, PLN optimistis seluruh pelaksanaan MTQ dapat berlangsung lancar, aman, dan sukses. (*)











