
JURNALIS KALBAR – Selama lima tahun, setiap kali malam tiba, Ibu Rusmani selalu menyalakan lampu dari listrik yang bukan berasal dari sambungan rumahnya sendiri.
Perempuan berusia 70 tahun itu harus bergantung pada aliran listrik dari rumah tetangga agar rumah sederhananya di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, tetap terang.
Setiap bulan, sekitar Rp150 ribu ia sisihkan untuk membayar listrik yang ditumpangnya. Nominal yang mungkin terasa biasa bagi sebagian orang, tetapi cukup berarti bagi Rusmani yang di usia senjanya tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia banyak mengandalkan kiriman dari anak-anaknya yang bekerja di luar kota.
Di tengah keterbatasan itu, Rusmani menyimpan satu keinginan sederhana: memiliki listrik sendiri di rumahnya.
Bukan untuk kemewahan. Bukan pula untuk memenuhi rumah dengan berbagai peralatan elektronik. Ia hanya ingin dapat menyalakan lampu dari sambungan miliknya sendiri, tanpa terus bergantung kepada orang lain.
Keinginan itu dipendamnya tahun demi tahun.
Lima tahun bukan waktu yang singkat. Ada ribuan malam yang dilewati Rusmani dengan kondisi yang sama. Namun harapan kecil itu tidak pernah benar-benar padam.
Hingga Jumat (30/10/2926), penantian tersebut akhirnya menemukan jawabannya.
Pada puncak kegiatan Gerakan Membangun Desa (GMD) di Lapangan Gamora, Desa Karimunting, Rusmani menjadi salah satu warga yang menerima penyambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Pemerintah.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
Bagi Rusmani, yang hadir hari itu bukan sekadar kabel, meteran, atau sambungan listrik baru. Ada rasa lega setelah bertahun-tahun bergantung pada rumah sebelah.
Kini, ketika malam datang, ia tidak lagi sekadar menumpang cahaya.
Cahaya itu akhirnya berasal dari rumahnya sendiri.
Manajer PLN UP3 Singkawang, Made Harry Palguna, mengatakan Rusmani merupakan salah satu masyarakat penerima manfaat Program BPBL yang ditujukan untuk membantu keluarga yang belum mampu memperoleh sambungan listrik secara mandiri.
“Ibu Rusmani merupakan salah satu penerima manfaat Program BPBL. Di Desa Karimunting terdapat tujuh rumah tangga yang mendapatkan penyambungan listrik secara gratis. Kami berharap listrik ini dapat menghadirkan kenyamanan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan keluarga penerima,” ujar Made.
Menurutnya, kehadiran listrik memiliki arti lebih dari sekadar penerangan. Energi listrik menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas keluarga, pendidikan, produktivitas, hingga membuka peluang ekonomi masyarakat.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan hingga Oktober 2026 sebanyak 4.900 rumah tangga di Kalimantan Barat telah menerima manfaat Program BPBL.
“Bagi sebagian dari kita, menyalakan lampu mungkin menjadi hal yang biasa. Namun bagi saudara-saudara kita yang bertahun-tahun belum memiliki sambungan listrik sendiri, satu titik cahaya dapat memiliki arti yang begitu besar. Ada kenyamanan, kemandirian, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Maria.
Ia menegaskan, PLN terus mendukung program pemerintah dalam memperluas pemerataan akses kelistrikan agar manfaat energi dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok dan menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.
Kini, ada suasana berbeda ketika malam menyelimuti rumah Rusmani di Karimunting.
Tak lagi ada kekhawatiran harus bergantung pada sambungan rumah sebelah. Tak lagi ada penantian seperti lima tahun sebelumnya.
Di usia 70 tahun, sebuah keinginan sederhana yang ia simpan begitu lama akhirnya terwujud.
Satu sakelar kini dapat ditekan dengan tangannya sendiri. Satu lampu menyala dari sambungan listrik rumahnya sendiri.
Mungkin hanya sebuah cahaya kecil di antara ribuan rumah yang telah berlistrik.
Namun bagi Rusmani, cahaya itu adalah akhir dari penantian panjang.
Ia bukan hanya menerangi rumah, tetapi juga menghadirkan ketenangan, kemandirian, dan sebuah harapan baru bahwa tak pernah ada kata terlambat bagi kehidupan untuk berubah menjadi lebih baik. (*)









