
JURNALIS KALBAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyerahkan bantuan Program Budidaya Tanaman Jahe Gajah kepada Kelompok Tani Siung Mas di Desa Antibar, Kabupaten Mempawah, Minggu (12/07/2026). Program ini menjadi langkah nyata PLN dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burdadi, General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat Maria G.I. Gunawan, beserta jajaran, pemerintah desa, serta anggota Kelompok Tani Siung Mas. Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan juga dirangkaikan dengan panen jahe gajah bersama PLN, pemerintah, dan masyarakat.
Melalui program ini, PLN memberikan dukungan secara terpadu berupa penyediaan bibit jahe gajah berkualitas, pengembangan lahan budidaya, sarana penunjang seperti paranet, hingga pendampingan teknis mulai dari penanaman, pemeliharaan, sampai pascapanen. Program tersebut dirancang agar kelompok tani mampu mengembangkan lahan hingga delapan hektar dengan target produktivitas mencapai 20 ton per hektar, sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, mengapresiasi kontribusi PLN yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan potensi pertanian daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN atas kepedulian melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Antibar, khususnya petani jahe. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Juli.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, sekaligus memperkuat posisi jahe sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Mempawah yang memiliki peluang pasar hingga wilayah perbatasan.
Pembina Kelompok Tani Siung Mas, Miftahul Akhyar, S.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN yang dinilai telah memberikan semangat baru bagi para petani untuk mengembangkan potensi pertanian di Desa Antibar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT PLN (Persero) yang telah memberikan perhatian dan pendampingan kepada Kelompok Tani Siung Mas. Bantuan ini bukan hanya berupa sarana dan prasarana budidaya, tetapi juga membangun optimisme petani untuk mengembangkan komoditas jahe gajah secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kami berharap program ini terus berkembang sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka peluang usaha baru, serta menjadikan Desa Antibar sebagai salah satu sentra budidaya jahe gajah di Kabupaten Mempawah,” ujar Miftahul Akhyar.
Sementara itu, Komisaris Independen PT PLN (Persero), Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa program TJSL merupakan wujud tanggung jawab sosial PLN sebagai badan usaha milik negara yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memiliki mandat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PLN hadir bukan sekadar mencari laba, tetapi juga memiliki penugasan sosial untuk berbagi dalam rangka menyejahterakan rakyat. Program TJSL ini adalah bentuk nyata komitmen tersebut agar masyarakat, khususnya para petani, dapat tumbuh dan berkembang bersama, dan saya juga mengucapkan terima kasih, mengapresiasi setinggi-tingginya kepada kelompok tani yang mau menjadi mitra kami, bantuan yang diberi mungkin tidak terlalu besar, tapi semoga kegiatan ini bisa menambah penghasilan bapak/ ibu petani semua,” ungkap Ali.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan bahwa PLN tidak hanya berperan menyediakan layanan kelistrikan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
“PLN meyakini bahwa listrik bukan hanya menghadirkan terang, tetapi juga menjadi penggerak kehidupan dan kemajuan masyarakat. Oleh karena itu, melalui program TJSL, PLN terus berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maria.
Maria menambahkan, ke depan PLN berharap program ini menjadi embrio pengembangan Electrifying Agriculture, yakni pemanfaatan energi listrik untuk mendukung produktivitas sektor pertanian, mulai dari proses budidaya, pengolahan hasil panen, hingga distribusi yang lebih modern sehingga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat desa.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok tani, PLN berharap Program Budidaya Jahe Gajah dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya produk pertanian bernilai tambah, memperluas akses pasar, serta menciptakan desa yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera. (*)












