
JURNALIS KALBAR – PT PLN (Persero) UP3 Singkawang terus memperkuat dukungannya terhadap modernisasi sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional melalui program Electrifying Agriculture. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyambungan listrik pelanggan pasang baru sektor industri penggilingan padi milik CV SJ Berkarya dengan daya 105.000 VA di Jalan Demang Akub, Singkawang Utara, Selasa (12/05/2026).
Penyambungan listrik ini menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi usaha pengolahan hasil pertanian menuju sistem operasional yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Kehadiran pasokan listrik andal dari PLN diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus menekan biaya operasional penggilingan padi.
Dalam proses energize tersebut, tim teknis dan Account Executive PLN UP3 Singkawang turut memastikan proses penyambungan daya berjalan aman, cepat, dan sesuai standar pelayanan. Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Singkawang Kota, Zulham Arifin, juga melakukan pendampingan langsung di lapangan sebagai bentuk komitmen PLN dalam memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan dan pelaku usaha.
Pemilik CV SJ Berkarya, Arianto (45), mengaku penggunaan listrik memberikan banyak kemudahan dalam operasional usaha sehari-hari. Kini, dengan pemanfaatan listrik PLN, proses produksi menjadi lebih praktis, stabil, dan efisien.
“Terima kasih atas pelayanan cepat dan Profesional dari PLN. Setelah menggunakan listrik dari PLN, proses kerja menjadi jauh lebih praktis, bersih, dan efisien sehingga sangat membantu kelancaran usaha kami,” ujar Arianto.
Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, mengatakan bahwa PLN terus mendorong pemanfaatan listrik pada sektor produktif sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PLN UP3 Singkawang berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, cepat, dan berkualitas untuk mendukung sektor produktif, termasuk usaha pengolahan hasil pertanian. Kehadiran listrik di CV SJ Berkarya diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat produktivitas usaha, serta memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha lokal,” ujar Made.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa PLN terus memperkuat perannya sebagai penyedia pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan energi listrik di sektor produktif.
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui program Electrifying Agriculture, PLN ingin mendorong transformasi sektor pertanian dan pengolahan hasil panen agar lebih modern, efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap agenda ketahanan pangan nasional dan transisi energi bersih,” ungkap Maria.
Maria menambahkan, pemanfaatan listrik pada sektor pertanian dan industri pengolahan hasil panen diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang lebih produktif sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah perkembangan ekonomi modern. (m@nk)










