Minggu, Februari 15, 2026
No Result
View All Result
Jurnalis Kalbar
  • Utama
  • Jurnalisik
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Pemerintah
  • DPRD
  • Utama
  • Jurnalisik
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Politik
  • Pemerintah
  • DPRD
No Result
View All Result
Jurnalis Kalbar
No Result
View All Result
Home Kriminal

Polisi Gelar Pra Rekonstruksi 4 Hari Penyiksaan Pengamen Cilik yang Tewas di Kolong Jembatan Landak Pontianak

by Jurnalis Kalbar
3 Juni 2025
in Kriminal
0
Tersangka APR menjalankan pra rekontruksi kasus kematian bocah 9 Tahun yang disiksanya selama 4 hari hingga tewas di bawah Jembatan Landak Pontianak. Foto: Achmad Mundzirin/JURNALIS.co.id

JURNALIS KALBAR — Polisi melakukan pra rekonstruksi kasus penganiayaan mengakibatkan kematian seorang bocah laki-laki berkebutuhan khusus berusia 9 tahun yang dilakukan APR, kekasih ibu kandung korban di kolong Jembatan Landak Pontianak, Selasa (03/06/2025).

Pra rekonstruksi tersebut mengungkap rangkaian kekerasan yang dilakukan pelaku selama empat hari berturut-turut, dari tanggal 24 hingga 27 Mei 2025.

Kasubnit 1 PPA Satreskrim Polresta Pontianak, Ipda Alvon Oktobertus menjelaskan awalnya ada 52 adegan dalam skenario rekonstruksi. Setelah dilakukan pengecekan langsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan ada penyusutan menjadi 21 adegan yang relevan atau sesuai dengan fakta-fakta terverifikasi di lapangan.

Dalam rentang waktu empat hari itu, korban sehari-hari mengamen di perempatan Jalan 28 Oktober Kecamatan Pontianak Utara mengalami kekerasan fisik yang sangat brutal. Korban mendapatkan tendangan, pukulan, pembakaran dengan rokok, hingga pemukulan dengan benda tumpul.

“Selama empat hari, korban mengalami kekerasan terus-menerus yang dilakukan oleh tersangka APR. Dari hasil rekonstruksi, fakta tersebut didukung oleh keterangan saksi dan tersangka, yang semuanya telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” terangnya.

Rekonstruksi ini dilakukan di lokasi kejadian yang menjadi saksi bisu dari kekejaman tak berperikemanusiaan di bawah Jembatan Landak. Di tempat itu, korban bersama ibu dan pelaku biasa beristirahat setelah mengamen.

Kisah memilukan ini mulai terungkap saat sang ibu akhirnya angkat bicara di hadapan petugas dengan air mata dan suara gemetar. Ia mengakui bahwa kekasihnya, APR, kerap memukul anaknya hanya karena alasan sepele. Seperti makan terlalu lama atau buang air sembarangan.

“Bibir anak saya pecah, tubuhnya penuh lebam, dipukuli pakai kayu, diinjak, bahkan sempat dibanting,” tutur sang ibu dalam pemeriksaan.

Menurut pengakuan, sang pelaku sempat berkata, ‘Bunuh aja ya, biar nggak nyusahin kita,’. Namun ibu korban menolak dengan tegas sambil menangis, mengingat anak itu adalah darah dagingnya sendiri.

Pelaku APR saat ini telah ditahan di Mapolresta Pontianak dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik. Dugaan sementara mengarah pada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian.

Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Agus Haryono, menegaskan bahwa penyelidikan terus dilakukan untuk menggali motif dan memastikan hukuman maksimal kepada pelaku.

“Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan mengamankan pelaku. Proses hukum akan kami kawal hingga tuntas,” ujarnya.

Sementara itu, keluarga korban berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Saya serahkan semuanya ke pihak berwajib,” ujar Mat Saih, kerabat korban, singkat. (zrn)

Tags: Jembatan LandakKekerasan FisikPengamen CilikPenyiksaanPolresta Pontianak
Jurnalis Kalbar

Jurnalis Kalbar

Next Post
PLN UP3 Sanggau Tingkatkan Kompetensi Petugas Lewat Kampus Yantek Berbasis Layanan Prima dan Budaya K3

PLN UP3 Sanggau Tingkatkan Kompetensi Petugas Lewat Kampus Yantek Berbasis Layanan Prima dan Budaya K3

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Luncurkan Rumah Bersama, PLN dan Lintas Kementerian Kolaborasi Kebut Implementasi Transisi Energi di Tanah Air

Luncurkan Rumah Bersama, PLN dan Lintas Kementerian Kolaborasi Kebut Implementasi Transisi Energi di Tanah Air

18 Januari 2024
Dukung Pengembangan Kawasan Industri, PLN Pastikan Suplai Kelistrikan Pelabuhan Internasional Kijing Andal

Dukung Pengembangan Kawasan Industri, PLN Pastikan Suplai Kelistrikan Pelabuhan Internasional Kijing Andal

17 Oktober 2024
Berkat Tangan Dingin Darmawan Prasodjo, PLN Raih 779 Penghargaan Sepanjang 2023

Berkat Tangan Dingin Darmawan Prasodjo, PLN Raih 779 Penghargaan Sepanjang 2023

7 Januari 2024

Berita Terkini

PLN Pastikan Listrik Andal di Sanggau Jelang Imlek 2026

PLN Pastikan Listrik Andal di Sanggau Jelang Imlek 2026

14 Februari 2026
PLN UP3 Pontianak Raih Penghargaan K3 dari Pemprov Kalbar

PLN UP3 Pontianak Raih Penghargaan K3 dari Pemprov Kalbar

13 Februari 2026
PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

28 Januari 2026
PLN Pontianak Gelar Donor Darah Peringati Bulan K3 Nasional 2026

PLN Pontianak Gelar Donor Darah Peringati Bulan K3 Nasional 2026

27 Januari 2026
PLN Apresiasi BPKAD Singkawang yang Disiplin Bayar Listrik Sepanjang 2025

PLN Apresiasi BPKAD Singkawang yang Disiplin Bayar Listrik Sepanjang 2025

26 Januari 2026

Trending

PLN Pastikan Listrik Andal di Sanggau Jelang Imlek 2026

PLN Pastikan Listrik Andal di Sanggau Jelang Imlek 2026

14 Februari 2026
Diduga Stres Istri Selingkuh, Pria Asal Sulawesi Lakukan Aksi Percobaan Bunuh Diri di Pontianak

Diduga Stres Istri Selingkuh, Pria Asal Sulawesi Lakukan Aksi Percobaan Bunuh Diri di Pontianak

6 Mei 2025
PLN UP3 Pontianak Raih Penghargaan K3 dari Pemprov Kalbar

PLN UP3 Pontianak Raih Penghargaan K3 dari Pemprov Kalbar

13 Februari 2026
PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3

28 Januari 2026
Pesan Terakhir Pria 34 Tahun Sebelum Gantung diri di Kubu Raya: Aku Sudah Tahu Risiko Mencintaimu Adalah Mati

Pesan Terakhir Pria 34 Tahun Sebelum Gantung diri di Kubu Raya: Aku Sudah Tahu Risiko Mencintaimu Adalah Mati

16 Oktober 2025
Jurnalis Kalbar

  • Company
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Company
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Redaksi
  • Utama

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?