{"id":3722,"date":"2026-09-14T13:29:53","date_gmt":"2026-09-14T06:29:53","guid":{"rendered":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/?p=3722"},"modified":"2026-09-14T13:29:53","modified_gmt":"2026-09-14T06:29:53","slug":"gerak-cepat-pln-pulihkan-jaringan-listrik-terdampak-karhutla-di-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/2026\/09\/14\/gerak-cepat-pln-pulihkan-jaringan-listrik-terdampak-karhutla-di-ketapang\/","title":{"rendered":"Gerak Cepat PLN Pulihkan Jaringan Listrik Terdampak Karhutla di Ketapang"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3723\" aria-describedby=\"caption-attachment-3723\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3723\" src=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/listrik.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/listrik.jpg 700w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/listrik-300x171.jpg 300w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/listrik-150x86.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3723\" class=\"wp-caption-text\">Tiang listrik yang terdampak akibat Karhutla yang mengakibatkan jaringan SUTM putus. Foto: PLN UID Kalbar<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JURNALIS KALBAR<\/strong> \u2013 PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang bergerak cepat melakukan pengamanan dan pemulihan jaringan listrik yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (12\/09\/2026).<\/p>\n<p>Karhutla di sekitar jalur jaringan berdampak pada 1 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 20 titik tiang. Menyikapi kondisi tersebut, PLN segera mengerahkan personel dan peralatan untuk melakukan pemeriksaan kondisi jaringan, pengamanan aset, serta penanganan teknis di lokasi dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas.<\/p>\n<p>Manager PLN UP3 Ketapang, Yusrizal Ibrani, mengatakan respons cepat dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan masyarakat dan petugas sekaligus menjaga keandalan jaringan listrik di wilayah terdampak.<\/p>\n<p>\u201cBegitu menerima laporan adanya Karhutla di sekitar jalur jaringan, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan kondisi jaringan. Kami memastikan seluruh penanganan di lapangan dilakukan secara aman dan terukur, dengan keselamatan masyarakat dan petugas sebagai prioritas,\u201d ujar Yusrizal.<\/p>\n<p>Menurut Yusrizal, paparan panas dan asap tebal akibat Karhutla berpotensi memengaruhi kondisi jaringan listrik. Oleh karena itu, PLN terus melakukan pemantauan intensif terhadap jaringan sepanjang 1 kms dan 20 titik tiang JTM di sekitar lokasi kejadian.<\/p>\n<p>\u201cTim terus melakukan pemantauan dan penanganan secara terukur dengan menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kami memastikan kondisi jaringan terus terpantau sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diantisipasi dan ditindaklanjuti,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Respons cepat PLN mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Ketapang, Kevin Alexander Lerrick. Ia menilai kesiapsiagaan PLN penting dalam menjaga keberlangsungan layanan kelistrikan di tengah ancaman Karhutla.<\/p>\n<p>\u201cKami mengapresiasi respons cepat PLN UP3 Ketapang dalam mengamankan jaringan listrik di sekitar lokasi Karhutla. Kondisi seperti ini membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi yang baik karena Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat,\u201d kata Kevin.<\/p>\n<p>Kevin juga mendorong penguatan sinergi antara PLN, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat untuk mencegah meluasnya Karhutla, khususnya di sekitar infrastruktur vital dan jalur jaringan listrik.<\/p>\n<p>Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan PLN terus memperkuat kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan pada jaringan listrik, termasuk akibat Karhutla.<\/p>\n<p>Kesiapsiagaan dilakukan melalui pemantauan kondisi jaringan, percepatan respons personel di lapangan, serta pengamanan aset kelistrikan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.<\/p>\n<p>\u201cKarhutla di sekitar jalur jaringan listrik perlu diantisipasi secara serius karena panas dan asap dapat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar infrastruktur kelistrikan. PLN memastikan personel dan peralatan siap bergerak untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan, dan penanganan apabila terdapat potensi gangguan,\u201d tutur Maria.<\/p>\n<p>Maria menambahkan, upaya menjaga keandalan sistem kelistrikan tidak dapat dilakukan PLN sendiri. Pencegahan Karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat yang berada di sekitar jalur jaringan listrik.<\/p>\n<p>\u201cMenjaga keandalan listrik membutuhkan dukungan semua pihak. Kami mengajak masyarakat bersama-sama mencegah Karhutla dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi meluas serta membahayakan lingkungan maupun infrastruktur publik. Apabila menemukan api, asap, atau kondisi yang berpotensi mengancam jaringan listrik, segera laporkan melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti petugas,\u201d pungkas Maria. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JURNALIS KALBAR \u2013 PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ketapang bergerak cepat melakukan pengamanan dan pemulihan jaringan listrik yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Sabtu (12\/09\/2026). Karhutla di sekitar jalur jaringan berdampak pada 1 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 20 titik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_paywall_metabox":{"paragraph_limit":"2","enable_premium_post":"0","enable_free_post":"0","override_paragraph_limit":"0","enable_preview_post":"0","enable_preview_video":"0"},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[216],"tags":[1233,224,223,334],"class_list":["post-3722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-karhutla","tag-listrik","tag-pln-uid-kalbar","tag-pln-up3-ketapang"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3722"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3724,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3722\/revisions\/3724"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}