{"id":3660,"date":"2026-08-19T20:21:31","date_gmt":"2026-08-19T13:21:31","guid":{"rendered":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/?p=3660"},"modified":"2026-08-19T20:21:31","modified_gmt":"2026-08-19T13:21:31","slug":"kado-hut-ke-81-ri-desa-muara-baru-di-kubu-raya-kini-terang-wujudkan-indonesia-berdaulat-adil-dan-makmur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/2026\/08\/19\/kado-hut-ke-81-ri-desa-muara-baru-di-kubu-raya-kini-terang-wujudkan-indonesia-berdaulat-adil-dan-makmur\/","title":{"rendered":"Kado HUT ke-81 RI, Desa Muara Baru di Kubu Raya Kini Terang, Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3661\" aria-describedby=\"caption-attachment-3661\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3661\" src=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/es.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/es.jpeg 700w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/es-300x168.jpeg 300w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/es-150x84.jpeg 150w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3661\" class=\"wp-caption-text\">Seorang ibu, warga Desa Muara Baru memecahkan es batu untuk membuat minuman dagangannya. Hadirnya listrik PLN membuka peluang usaha baru bagi warga, termasuk produksi es batu sendiri yang turut menggerakkan ekonomi desa. Foto: PLN UID Kalbar<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JURNALIS KALBAR<\/strong> \u2014 Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kini dirasakan hingga pelosok Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Desa Muara Baru, Kecamatan Sungai Raya, yang selama bertahun-tahun mengandalkan genset sebagai sumber penerangan, kini resmi menikmati aliran listrik PLN.<\/p>\n<p>Kehadiran listrik menjadi kado istimewa bagi masyarakat Desa Muara Baru sekaligus wujud nyata pemerataan akses energi menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.<\/p>\n<p>Salah satu warga yang merasakan langsung perubahan tersebut adalah Nurmala (47), buruh kelapa sawit yang tinggal di Desa Muara Baru, Buntut Limbung. Selama bertahun-tahun, ia harus mengandalkan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik keluarganya.<\/p>\n<p>Setiap bulan, Nurmala mengeluarkan sekitar Rp900 ribu untuk membeli bahan bakar genset. Namun, listrik yang dihasilkan hanya dapat digunakan secara terbatas, yakni sekitar pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas keluarga harus menyesuaikan dengan waktu nyala genset. Anak-anak belajar dalam waktu terbatas, pekerjaan rumah tangga harus diselesaikan sebelum listrik padam, sementara malam hari kembali diwarnai keterbatasan penerangan.<\/p>\n<p>Kini, kondisi itu berubah. Hadirnya listrik PLN membuat aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih leluasa. Bagi Nurmala, listrik bukan sekadar penerangan, melainkan harapan baru untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih kepada pemerintah karena akhirnya listrik hadir di Desa Muara Baru,\u201d ujar Sari.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat Muara Baru, hadirnya listrik juga membuka peluang baru. Aktivitas ekonomi dapat dilakukan lebih optimal, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, serta masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan berbagai kegiatan produktif tanpa lagi terbatas oleh waktu penerangan.<\/p>\n<p>Kepala Desa Muara Baru, Suryadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan PLN atas terealisasinya pembangunan jaringan listrik di wilayahnya.<\/p>\n<p>Menurut Suryadi, hadirnya listrik merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memberikan akses energi kepada masyarakat hingga pelosok desa. Terlebih, aliran listrik tersebut hadir bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan kado istimewa bagi masyarakat Desa Muara Baru di momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semoga dengan masuknya listrik ke desa ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, sekaligus mendukung pendidikan anak-anak desa agar semakin maju,\u201d ujar Suryadi.<\/p>\n<p>Di balik nyalanya lampu di rumah-rumah warga Muara Baru, terdapat pembangunan infrastruktur kelistrikan yang cukup besar.<\/p>\n<p>Manajer PLN UP2K Kapuas Raya, Danny Baharaja Pasaribu, menjelaskan bahwa pembangunan listrik desa di Muara Baru mencakup jaringan sepanjang 45 kilometer sirkuit dan tiga gardu distribusi.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan jaringan sepanjang 45 kilometer sirkuit dengan tiga gardu distribusi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, kami berharap fasilitas kelistrikan ini dapat dijaga bersama sehingga listrik dapat tetap andal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,\u201d kata Danny.<\/p>\n<p>Menurut Danny, keberadaan jaringan dan infrastruktur kelistrikan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan aktivitas ekonomi dan sosial di Desa Muara Baru.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga jaringan serta fasilitas kelistrikan yang telah dibangun agar manfaat listrik dapat dirasakan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menjelaskan bahwa pembangunan listrik desa di Muara Baru merupakan bagian dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.<\/p>\n<p>Menurut Maria, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik sekaligus mengimplementasikan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan amanat Pancasila, khususnya sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cPembangunan listrik desa ini merupakan penugasan langsung dari Kementerian ESDM RI sebagai bagian dari upaya implementasi Asta Cita Presiden Prabowo dan pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,\u201d jelas Maria.<\/p>\n<p>Selain pembangunan infrastruktur jaringan, sebanyak 251 warga Desa Muara Baru juga mendapatkan penyambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).<\/p>\n<p>Maria menambahkan, seluruh pembiayaan pembangunan listrik desa tersebut bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian ESDM RI.<\/p>\n<p>Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, nyalanya listrik di rumah-rumah warga Muara Baru menjadi simbol hadirnya energi kemerdekaan hingga pelosok negeri. Listrik membuka jalan bagi pendidikan yang lebih baik, kegiatan ekonomi yang lebih produktif, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.<\/p>\n<p>Momentum tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, \u201cIndonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.\u201d Pemerataan akses listrik menjadi salah satu bentuk nyata menghadirkan keadilan bagi masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya belum mendapatkan akses listrik secara optimal.<\/p>\n<p>Dengan hadirnya listrik PLN, Desa Muara Baru tidak hanya menjadi lebih terang, tetapi juga memiliki harapan baru untuk tumbuh dan berkembang bersama Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JURNALIS KALBAR \u2014 Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kini dirasakan hingga pelosok Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Desa Muara Baru, Kecamatan Sungai Raya, yang selama bertahun-tahun mengandalkan genset sebagai sumber penerangan, kini resmi menikmati aliran listrik PLN. Kehadiran listrik menjadi kado istimewa bagi masyarakat Desa Muara Baru sekaligus wujud nyata pemerataan akses energi menuju Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3661,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_paywall_metabox":{"paragraph_limit":"2","enable_premium_post":"0","enable_free_post":"0","override_paragraph_limit":"0","enable_preview_post":"0","enable_preview_video":"0"},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[216],"tags":[531,224,1219,223],"class_list":["post-3660","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-hut-ri","tag-listrik","tag-muara-baru","tag-pln-uid-kalbar"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3660","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3660"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3662,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3660\/revisions\/3662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3661"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}