{"id":3590,"date":"2026-06-12T14:32:34","date_gmt":"2026-06-12T07:32:34","guid":{"rendered":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/?p=3590"},"modified":"2026-06-12T14:32:34","modified_gmt":"2026-06-12T07:32:34","slug":"wamenaker-tinjau-spklu-pln-dorong-percepatan-pengembangan-ekosistem-kendaraan-listrik-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/2026\/06\/12\/wamenaker-tinjau-spklu-pln-dorong-percepatan-pengembangan-ekosistem-kendaraan-listrik-nasional\/","title":{"rendered":"Wamenaker Tinjau SPKLU PLN, Dorong Percepatan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3591\" aria-describedby=\"caption-attachment-3591\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-3591\" src=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Juniardi.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Juniardi.jpg 700w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Juniardi-300x200.jpg 300w, https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Juniardi-150x100.jpg 150w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3591\" class=\"wp-caption-text\">Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, memberikan penjelasan kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor mengenai tren peningkatan penggunaan kendaraan listrik di Kota Pontianak. Foto: PLN<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>JURNALIS KALBAR<\/strong> \u2013 Komitmen PT PLN (Persero) dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle\/EV) di Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah. Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pontianak, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3 Pontianak pada Rabu (10\/06\/2026).<\/p>\n<p>Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur kendaraan listrik yang telah dibangun PLN di Kalimantan Barat. Dalam kesempatan itu, Wamenaker juga berdialog dengan petugas PLN dan pengguna kendaraan listrik yang tengah melakukan pengisian daya.<\/p>\n<p>Afriansyah Noor mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas jaringan SPKLU hingga ke berbagai wilayah strategis, termasuk kawasan perbatasan negara. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang andal dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat mendukung penggunaan kendaraan listrik dibandingkan kendaraan konvensional karena lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan. Kehadiran SPKLU menunjukkan kesiapan PLN dalam mendukung mobilitas kendaraan listrik di Indonesia,\u201d ujar Afriansyah.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, sinergi antara PLN, pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mempercepat pengembangan energi hijau dan transisi energi nasional.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam mendorong pengurangan emisi karbon dan mewujudkan masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, mengatakan PLN terus memastikan seluruh SPKLU beroperasi secara optimal guna memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik.<\/p>\n<p>\u201cMelalui aplikasi PLN Mobile, masyarakat dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU, memantau ketersediaan charger secara real time, hingga melakukan transaksi pengisian daya. Kemudahan ini kami hadirkan untuk mendukung pengalaman pengguna kendaraan listrik yang semakin nyaman, praktis, dan efisien,\u201d jelas Shofwan.<\/p>\n<p>Salah satu pengguna kendaraan listrik asal Pontianak, Jimmy, mengaku semakin yakin beralih ke kendaraan listrik karena dukungan infrastruktur yang terus berkembang.<\/p>\n<p>\u201cSPKLU PLN mudah ditemukan melalui PLN Mobile dan proses pengisian dayanya sangat praktis. Selain lebih hemat untuk biaya operasional, kendaraan listrik juga nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari,\u201d ungkap Jimmy.<\/p>\n<p>Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi nasional serta pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKehadiran SPKLU yang semakin luas merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan masyarakat Kalimantan Barat dapat merasakan manfaat transisi energi melalui akses yang semakin mudah terhadap kendaraan listrik dan infrastruktur pendukungnya,\u201d ujar Maria.<\/p>\n<p>Maria menambahkan, hingga saat ini PLN telah mengoperasikan 58 unit SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kalimantan Barat. Posisi Kalimantan Barat sebagai wilayah perlintasan internasional menjadikan pengembangan SPKLU tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas kendaraan listrik hingga kawasan perbatasan negara.<\/p>\n<p>\u201cPLN akan terus memperluas infrastruktur kendaraan listrik guna mendukung pertumbuhan pengguna EV, mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi, serta mendorong terwujudnya ekosistem energi bersih yang berkelanjutan di Kalimantan Barat dan Indonesia,\u201d tutup Maria. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JURNALIS KALBAR \u2013 Komitmen PT PLN (Persero) dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle\/EV) di Indonesia mendapat apresiasi dari pemerintah. Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Pontianak, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Afriansyah Noor, meninjau langsung Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN UP3 Pontianak pada Rabu (10\/06\/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"1","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_social_meta":[],"jnews_paywall_metabox":{"paragraph_limit":"2","enable_premium_post":"0","enable_free_post":"0","override_paragraph_limit":"0","enable_preview_post":"0","enable_preview_video":"0"},"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[216],"tags":[264,223,456,252,1197],"class_list":["post-3590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-kendaraan-listrik","tag-pln-uid-kalbar","tag-pln-up3-pontianak","tag-spklu","tag-wamenaker"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3592,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3590\/revisions\/3592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalbar.jurnalis.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}