
JURNALIS KALBAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat melalui program PLN Peduli memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui program Desa Siaga Bencana di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Aula Desa Sijang tersebut diikuti sebanyak 50 peserta. Selain memberikan pembekalan terkait kesiapsiagaan dan penanganan bencana, PLN juga menyerahkan sejumlah peralatan pendukung yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Pelatihan Desa Siaga Bencana menghadirkan narasumber dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar), Koramil 1208/07 Teluk Keramat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. Para peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai mitigasi risiko bencana, kesiapsiagaan, pertolongan pertama, hingga langkah-langkah penanganan masyarakat dalam situasi darurat.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat, PLN turut mendukung pembentukan Tim Tanggap Darurat, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tanggap Darurat, pelaksanaan pelatihan, sosialisasi dan simulasi tanggap darurat, serta penguatan peran perempuan dalam menghadapi potensi bencana.
Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan fasilitas pendukung tanggap darurat, antara lain perahu tanggap bencana, mesin speed boat, tenda darurat, helm rescue, life jacket, headlamp rescue, handy talky (HT), mesin pompa air, genset, sirine, tandu, pelampung SAR, rambu evakuasi, dan rambu titik kumpul.
Kepala Desa Sijang, Rusdin, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada PLN atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Sijang.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan peralatan dan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat Desa Sijang. Kami sangat bahagia karena kegiatan ini memberikan pengetahuan dan kesiapan bagi masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Rusdin.
Menurut Rusdin, peningkatan kesiapsiagaan menjadi hal penting bagi masyarakat Desa Sijang, mengingat wilayah tersebut kerap menghadapi banjir ketika memasuki musim penghujan.
“Di Desa Sijang ini sering terjadi banjir ketika musim penghujan. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi dan dapat saling membantu dalam kondisi darurat,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih mengatakan, program PLN Peduli Desa Siaga Bencana merupakan wujud komitmen PLN untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan solusi atas kebutuhan dan tantangan sosial di wilayah operasional perusahaan.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian PLN terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik, sementara pelatihan yang dilaksanakan dapat menambah wawasan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” jelas Mukhlis.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan merupakan salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.
Apresiasi juga disampaikan Camat Galing yang diwakili Sekretaris Camat Galing, Parmadi, S.E. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi potensi bencana.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Desa Sijang melalui program Desa Siaga Bencana. Pelatihan dan bantuan peralatan ini tentu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan masyarakat, khususnya dalam menghadapi bencana banjir,” ungkap Parmadi.
General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, mengatakan kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan dan peningkatan keandalan pasokan listrik, tetapi juga melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“PLN terus berupaya hadir dan tumbuh bersama masyarakat. Melalui PLN Peduli Desa Siaga Bencana, kami ingin mendorong masyarakat agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana. Kami berharap bantuan peralatan serta pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sijang,” kata Maria.
Maria menambahkan, kolaborasi menjadi elemen penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Kesiapsiagaan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Ketangguhan masyarakat dibangun melalui kesiapan dan kolaborasi. PLN akan terus berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui program PLN Peduli Desa Siaga Bencana, PLN UID Kalimantan Barat berharap masyarakat Desa Sijang semakin memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya potensi banjir pada musim penghujan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong tumbuhnya budaya siaga, tanggap, dan saling membantu di tengah masyarakat, sehingga terbentuk komunitas yang semakin tangguh dan mampu merespons risiko bencana secara cepat dan terkoordinasi. (*)








