
JURNALIS KALBAR – PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kalimantan Barat terus memperkuat transformasi digital sistem kelistrikan melalui pelaksanaan Re-Integrasi Gardu Hubung (GH) Kuala Dua dengan pekerjaan utama Wiring Remote Terminal Unit (RTU) di GH Kuala Dua, Kubu Raya, Senin (18/05/2026).
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi listrik sekaligus mengoptimalkan monitoring jaringan secara real time guna menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin responsif, aman, dan andal bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan safety briefing dan pemeriksaan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) seluruh personel guna memastikan kesiapan kerja, kesesuaian metode pelaksanaan, serta pemahaman teknis tim di lapangan. Penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut menjadi komitmen PLN dalam memastikan seluruh pekerjaan berjalan aman dan sesuai standar operasional.
Secara teknis, wiring RTU merupakan proses pemasangan dan penyambungan kabel kontrol serta sistem komunikasi antarperangkat agar seluruh sistem dapat terintegrasi dan saling berkomunikasi secara optimal. Melalui integrasi RTU tersebut, PLN mampu mempercepat proses pemantauan jaringan, analisis gangguan, hingga pengambilan keputusan operasional secara lebih efektif dan akurat dari pusat pengendalian.
Manager PLN UP2D Kalimantan Barat, Prisma Asmara Yudha, mengatakan pekerjaan wiring RTU menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung digitalisasi operasional sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.
“Pekerjaan wiring RTU ini bukan sekadar pemasangan kabel, melainkan bagian penting dalam membangun sistem monitoring dan pengendalian yang lebih modern, andal, dan responsif. Dengan integrasi sistem yang optimal, pemantauan gardu dapat dilakukan secara real time dari pusat pengendalian sehingga potensi gangguan dapat terdeteksi lebih cepat dan penanganannya menjadi semakin efektif,” ujar Prisma.
Ia menambahkan, keberhasilan pekerjaan juga ditentukan oleh kedisiplinan personel dalam menerapkan standar operasional dan aspek keselamatan kerja selama pelaksanaan di lapangan.
“Kami memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis dan prosedur K3. Keselamatan kerja menjadi prioritas utama agar pekerjaan berjalan lancar, aman, dan menghasilkan kualitas sistem yang optimal,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan transformasi digital pada sistem operasi kelistrikan menjadi fokus PLN dalam menghadirkan layanan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor ekonomi daerah.
“Transformasi digital sistem operasi kelistrikan merupakan bagian dari strategi PLN dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan. Melalui re-integrasi dan wiring RTU di GH Kuala Dua ini, PLN memperkuat sistem monitoring dan pengendalian jaringan agar semakin responsif, akurat, serta mampu mendukung percepatan pemulihan apabila terjadi gangguan,” ungkap Maria.
Menurutnya, penguatan sistem pengendalian berbasis digital juga menjadi fondasi penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat di tengah pertumbuhan kebutuhan energi yang terus meningkat.
“PLN terus mendorong modernisasi sistem kelistrikan melalui penguatan infrastruktur digital dan peningkatan kompetensi personel. Dengan sistem monitoring yang semakin terintegrasi, kami optimistis keandalan penyaluran tenaga listrik akan terus meningkat sehingga masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang lebih stabil, aman, dan berkualitas,” tutup Maria. (*)












