
JURNALIS KALBAR – Upaya pemerataan akses listrik terus dilakukan hingga ke pelosok Kalimantan Barat. Masyarakat Dusun Saga dan Dusun Gedah, Desa Manggang, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, kini dapat menikmati listrik PLN sejak 6 Februari 2026.
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I dari Partai Golkar, Fransiscus Maria Agustinus Franky Sibarani, meninjau langsung pembangunan jaringan listrik desa pada Selasa (07/04/2026).
Kunjungan tersebut didampingi oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat Maria G. I. Gunawan bersama jajaran PLN dan masyarakat setempat. Rombongan juga berdialog dengan warga di Gereja St. Markus, Dusun Saga.
Pada kesempatan tersebut, PLN juga menyalakan sambungan listrik gratis di Gereja St. Markus dan Gereja Bukit Zaitun di Dusun Saga melalui program Light Up The Dream (LUTD). Program ini merupakan inisiatif sosial yang berasal dari donasi gotong royong pegawai PLN untuk membantu masyarakat dan fasilitas sosial mendapatkan akses listrik.
Kepala Desa Manggang, Akiong, menyampaikan rasa syukur masyarakat atas hadirnya listrik PLN di wilayah mereka setelah bertahun-tahun hidup tanpa jaringan listrik.
“Puji Tuhan, listrik yang kami impikan selama bertahun-tahun akhirnya hadir di desa kami. Selama ini masyarakat hanya menggunakan pelita dan genset dengan biaya sekitar Rp900 ribu hingga Rp1 juta per bulan, sehingga cukup memberatkan warga, setelah teraliri listrik dari PLN, masyarakat kini hanya mengeluarkan biaya pemakaian sekitar Rp150 ribu – Rp250 ribu per bulan,” ujarnya.
Anggota DPR RI, Fransiscus Maria Agustinus Franky Sibarani menegaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan listrik desa berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, upaya pemerataan listrik hingga ke pelosok juga Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam memastikan akses energi yang merata dan berkeadilan di seluruh Indonesia.
“Hasil dari kunjungan ini akan saya sampaikan kepada Presiden dan Menteri ESDM sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses listrik yang merata,” kata Sibarani.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan listrik secara bijak dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Dengan adanya listrik, masyarakat dapat mengembangkan usaha, meningkatkan aktivitas ekonomi rumah tangga, serta membantu anak-anak belajar lebih baik pada malam hari sehingga dapat menjadi generasi yang cerdas di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat, Maria G. I. Gunawan, menegaskan komitmen PLN untuk terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Menurut Maria, menghadirkan listrik di wilayah pedesaan Kalimantan Barat memiliki tantangan tersendiri, terutama karena kondisi geografis serta keterbatasan akses menuju lokasi pembangunan jaringan listrik.
“Pembangunan jaringan listrik desa di wilayah tersebut dilakukan di dua dusun, pada Dusun Saga dan Dusun Gedah dengan total 138 pelanggan, dimana 135 pelanggan diantaranya pelanggan rumah tangga dan 3 pelanggan untuk fasilitas umum,” jelas Maria.
Ia juga menyampaikan, di Dusun Saga PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,702 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,921 kms, dilengkapi 1 unit gardu distribusi berkapasitas 50 kVA dan sebanyak 71 pelanggan telah menikmati aliran listrik PLN.
“Sementara untuk Dusun Gedah, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,125 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 6,847 kms, dengan 1 unit gardu distribusi berkapasitas 100 kVA dan mengalirkan listrik kepada 64 pelanggan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Maria menegaskan bahwa meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, PLN terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok. Listrik tidak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka peluang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui program pembangunan listrik desa serta inisiatif sosial seperti Light Up The Dream, PLN berharap kehadiran listrik dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mempercepat pembangunan wilayah pedesaan di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Landak. (m@nk)










